Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !:::

::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !::: - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang ::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !:::, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel KRISTENISASI lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru ::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !::: yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan ::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !::: sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.


Peristiwa ini terjadi pada perayaan natal tahun lalu..
Semoga tidak terjadi di perayaan natal tahun ini..
WASPADA KRISTENISASI !

*****

Ditengah perayaan natal umat kristiani kembali menyulut emosi umat Islam, hal ini terlihat dari sebuah perayaan Natal di Gereja Katolik Santo Servatius Bekasi, mengundang kontroversi.

Sumber bersamadakwah.net menyebutkan bahwa jemaat laki-laki pada Misa Anak di gereja yang berlokasi di Jati Melati, Pondok Melati itu mengenakan baju koko dan peci dengan lambang salib kecil. Sedangkan jemaat perempuan mengenakan kerudung.

Ketika foto tersebut beredar di media sosial, banyak netizen yang menyatakan keberatan. Pasalnya, foto tersebut dinilai bisa membuat orang salah persepsi mengira ada muslim yang merayakan Natal.

“Upaya penggiringan fakta untuk membenturkan akidah dengan muslim yang masih awam,”
tulis Cut Bang Rusdi melalui akun facebooknya.

“Upaya Penyebaran Agama kepada yang telah punya Agama, untuk mempengaruhi Aqidah ummat Islam…” komentar Ridwan Amiruddin.

“Inilah namanya perang aqidah, perang idiologi… Hati-hati wahai ummat Islam,….” tegas Azmi As Singkili.

“Kalau spanduk pelarangan mengucapkan Natal di anggap SARA tapi kalau yang beginian dianggap sebuah toleransi atau apalah… sip pah di peu bangai teuh..” tambah Zain Zami.

Sementara dari pihak panitia Misa Anak, mereka berdalih sengaja memakai pakaian tersebut karena temanya adalah adat Betawi.

“Karena kami juga tinggal di tanah Betawi, gereja kita juga gereja Betawi, jadi nuansa sangat kental dengan Betawi,” kata Ketua Panitia acara Misa Anak Anggara seperti dikutip Vivanews.

Lebih jauh Anggara mengatakan, para panitia dan petugas persembahan juga mengenakan kebaya untuk wanita dan baju koko untuk pria.

Vera Angelina, Pembina Iman Anak di Gereja Katolik Santo Servatius Bekasi, menambahkan bahwa dengan mengenakan pakaian kebaya dan koko, umat nasrani bisa lebih mencintai budaya dan keragaman Indonesia, khususnya budaya Betawi.

“Saat ini, khususnya pakaian kebaya, tidak lagi terlihat kuno atau tradisional, melainkan sudah terlihat modern, jadi cantik. Tapi kalau yang buat berbeda terdapat pin lambang salib kecil pada bagian peci,” ujarnya. [Siyasa/bersamadakwah].


Sumber : Islamedia

 




Demikianlah Artikel ::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !:::, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan ::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !::: ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi ::: Rayakan Natal Menggunakan Busana Muslim, Jemaat Gereja Dikecam Publik >> Stop Kristenisasi !::: ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close