Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA

SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel D o s a- dosa lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.



Banyak sekali sisi negative dunia maya dipandang dari kacamata agama, antara lain :
Membuang-buang waktu untuk hal yang tidak  bermanfaat.

Berselancar di dunia maya dengan fasilitas internet yang dilakukan     banyak orang dewasa ini dengan hanya sekedar untuk iseng bukan karena kebutuhan dan sekedar untuk mengisi/menghabiskan waktu dengan membuka kontens yang bersifat sampah, menulis di status, memberi komentar dan berbagi yang tidak mempunyai nilai tambah dan tidak produktif sebenarnya merupakan perbuatan yang tidak bermanfaat. Sedangkan melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat tersebut terlarang dalam Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits sunan at Tirmiji berikut ini :

سنن الترمذي ٢٢٣٩: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ نَصْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو مُسْهِرٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَمَاعَةَ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ قُرَّةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ

Sunan Tirmidzi 2239: Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Nashr An Naisaburi dan yang lainnya telah menceritakan kepada kami mereka berkata bahwa Abu Mushir telah menceritakan kepada kami dari Isma'il bin 'Abdullah bin Sama'ah dari Al Auza'i dari Qurroh dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: " Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya." Dia berkata: Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya dari Hadits Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam kecuali dari Jalur sanad ini.

Menghamburkan harta

Untuk dapat berfungsinya falisitas internet memerlukan sejumlah dana untuk membiayai pembelian pulsa yang nilai relatif cukup besar. Setiap kali digunakan maka pulsa akan berkurang dan akan habis sehingga harus kembali dibeli pulsa yang baru. Semakin sering dan lama menggunakan internet semakin cepat habis kuota pulsa maka semakin banyak rupiah yang harus dikeluarkan. Pengeluaran biaya hidup semakin membengkak karena menanggung beban pembelian pulsa untuk keluarga, dimana anggaran pembelian pulsa bagi keluarga menengah kebawah dengan penghasilan yang pas-passan atau bahkan jauh dari mencukupi sangatlah berat. Namun semua itu tidaklah banyak disadari, sehingga kadang-kadang terpaksa membatalkan pengeluaran yang seharusnya lebih penting.Banyak orang dewasa ini telah menghamburkan belanja untuk sesuatu yang tidak bemanfaat dan memberikan keuntungan. Bahkan banyak terpaksa harus berutang untuk sekedar memenuhi pembiayan pembelian pulsa internet.
Sesungguhnya apa yang banyak dilakukan orang saepereti yang digambarkan diatas tiada lain adalah membelanjakan harta untuk perbuatan yang tidak ada manfaatnya serta mubazir. Padahal Islam melarang umatnya untuk membelanjakan rezeki untuk hal-hal yang tidak manfaatnya, sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an Al Ahqaaf (46) ayat 20 :

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik".

( Bersambung ke bagian ketiga )

Samarinda, 25 Ramadhan 1437 Hijriah bertepatan dengan tgl.30 Juni 2016.

O l e h : Musni Japrie.

Sumber :

1.Al-Qur’an dan Terjemahan software Salafy DB 4.0
2.Ensiklopedi Kita Hadits 9 Iman, software Lidwa Pusaka



Demikianlah Artikel SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi SISI-SISI BURUK/NEGATIF DUNIA MAYA DIPANDANG DARI KACAMATA AGAMA ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close