APAKAH KITA SUDAH MERDEKA? - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang APAKAH KITA SUDAH MERDEKA?, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam
Artikel arti merdeka
Artikel kemerdekaan
Artikel merdeka
Artikel sapi perah lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru APAKAH KITA SUDAH MERDEKA? yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan APAKAH KITA SUDAH MERDEKA? sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Setiap manusia yang sehat akalnya pasti menginginkan kemerdekaan. Apalah artinya hidup jika dijajah orang lain? Di tindas, di perbudak, apalagi jika hal itu terjadi dinegeri sendiri! Mengingat betapa pentingnya kemerdekaan, maka tidak mengherankan apabila para leluhur kita rela mengorbankan jiwa dan raganya demi memperoleh kemerdekaan dari para penjajah.
Sungguh sayang jika kita tidak mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan para leluhur kita dengan membiarkan kekuatan asing menancapkan kuku-kuku kolonialis mereka di bumi tercinta ini.
Jangan biarkan intervansi asing mendominasi segala lapisan aspek kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara. Pada hakekatnya, kecuali orang-orang yang diuntungkan dengan intervensi asing, setiap warga Negara ingin menentukan nasibnya sendiri, ingin berdiri di atas kakinya sendiri, baik di bidang politik, ekonomi, social dan budaya.
Contoh yang kasat mata adalah produk-produk hukum kita masih banyak warisan dari penjajah! Undang-undang yang di gugat Muhammadiyah dalam jihad konstitusnya banyak yang menguntungkan asing. Padahal kita semua tahu, sejak di bangku sekolah, kita telah hafal di luar kepala bahwa kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak itu dikuasai Negara, bukan dikuasai asing. Mudah-mudahan jihadnya berhasil sehingga kekayaan kita tidak diekploitasi oleh asing.
Dalam ranah kebudayaan, saya sendiri miris melihat pergaulan anak-anak muda kita yang mengikuti pola-pola budaya asing dari pada mempertahankan kebudayaan kita sendiri. Konyolnya yang ditiru adalah hal-hal yang busuk. Pasti Anda ingat kasus siswa SMP yang melakukan adegan mesum di sekolah, bahkan direkam dengan video. Contoh lain, cari sendiri! Pasti stoknya masih seabrek.
Dalam bidang politik dan ekonomi, ada kekuatan super power dari luar yang memaksakan menjadi imam kita dan negara-negara berkembang lainnya demi mengeruk keuntungan ekonomi’
Sebenarnya kita tidak bisa seratus persen menyalahkan mereka, karena pada hakekatnya dalam interaksi kehidupan ini adalah persaingan, jika kita sendiri tidak dapat memproteksi dengan menanamkan nilai-nilai keilmuan, kebangsaan dan spiritualitas yang kuat, maka jangan salahkan jika kita menjadi injak-injakan bangsa lain! Jangan meratap jika kita menjadi sapi perah dan budak orang lain.
Kemerdekaan dari kebodohan
Jika kita cerdas dan merdeka dari kebodohan, kita sulit dijajah bangsa lain. Boleh jadi kita justru bisa mewarnainya. Kebodohan berkaitan erat dengan pendidikan, dan pendidikan selalu bersinggungan langsung dengan materi. Tanpa materi, seseorang tidak mungkin mendapatkan pendidikan yang layak dan tanpa pendidikan seseorang menjadi bodoh dan terbelakang. Barangkali demikian pentingnya pendidikan sehingga wahyu yang pertama yang diturunakan Allah menyuruh kita untuk membaca atau belajar. Orang yang banyak membaca dan belajar akan memiliki wawasan yang luas dan ilmu yang mumpuni sehinga memudahkan mereka dalam menyusun rencana masa depannya.
Sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa kita wajib membangun pendidikan dengan didasari ajaran Tuhan. Suara Tuhan harus terdengar jelas di negeri tercinta ini, karena hanya dengan itulah kita benar-benar merdeka. Jika tidak, pendidikan justru akan menjadi sarana penajajahn yang efektif. Karena dapat diibaratkan bahwa pendidikan itu sama dengan cuci otak. Kalau otak anak cucu kita dicuci dengan kotoran, tentu hasilnya akan mengerikan. Otak itu ada kaitannya dengan hati dan ilmu. Dan ilmu itulah yang akan menjadi pengerak kehidupan manusia!
Bayangkan, jika keilmuan kita juga terjajah, maka pendidikan hanya akan menjadi alat penjinak Kritik Freire. Beliau mengatakan bahwa sekolah selama ini menjadi alat “penjinak”, yang memanipulasi peserta didik agar mereka dapat diperalat untuk melayani kepentingan kelompok yang berkuasa.
Bagaimanakah dengan kita? Mudah-mudahan pendidikan kita benar-benar mencerdaskan dan memerdekakan, tidak menjadikan kita justru terbelenggu. Mudah-mudahan pendidikan kita benar-benar mampu menjadikan kita mandiri tidak mencetak orang-orang yang mendewakan/mengkultuskan asing! Merdeka!
Demikianlah Artikel APAKAH KITA SUDAH MERDEKA?, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan APAKAH KITA SUDAH MERDEKA? ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi APAKAH KITA SUDAH MERDEKA? ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.



