Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut

Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Kisah Islami lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.


Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut
 NABI Isa a.s bisa menghidupkan kembali orang yang telah mati. Tapi orang kafir ingkar tak peduli. Katanya, “Kau hanya bisa hidupkan orang baru saja mati. Cobalah hidupkan olehmu orang-orang mati jaman dahulu”. 

Isa a.s menjawab tanpa ragu, “pilihlah oleh kalian. Siapa yang harus aku hidpkan di hadapanmu”. “Hidupkan Sam anak Nuh!” teriak mereka menggemuruh. 

Maka Isa pergi ke makam Sam terletak tak jauh. Ia shalat dua rakaat penuh, kemudian berdoa pada Tuhannya. Lallu Allah bangkitkan Sam di hadapan mereka. Rambut kepala dan jenggotnya telah memutih semua.

Ditanyalah ia, “Mengapa kamu beruban, sedang dahulu kamu berambut hitam legam?” Sam ibnu Nuh a.s menjawab iba, “tatkala ku dengar panggilan keluar ada. Aku mengira kiamat telah tiba. Ketakutan diriku rasanya. 

Karena itulah rambutku memutih semua”. Ditanyalah ia kembali, “bberapa lama engkau mati?”. “empat ribu tahun,” katanya, “namun belum hilang juga pedihnya maut terasa”.

Apa yang dapat kita simpulkan dari keterangan di atau kabar diatas? Yang pertama adalah soal mukjizat. Seseorang, baik ia beriman maupun tidak, asal ia menggunakan akalnya, mestinya langsung beriman apabila ditunjukan suatu keajaiban. 

Nabi Isa a.s yang kita kenal dapat menyembuhkan penyakit dan menghidupkan orang mati sudah cukup bagi orang berakal untuk menerima risalahnya. 

Makanya sungguh naif kata-kata orang kafir yang meminta Isa a.s menghidupkan Sam karena ragu atas mukjizat itu kalau hanya orang yang baru meninggal saja yang bisa dihidupkan. Padahal orang yang beru maupun lama sama saja.


Di dunia ini tidak ada yang sanggup menghidupkan orang yang sudah mati. Apabila ada orang yang seperti itu, tentu itu adalah mukjizat yang dibawa seorang rasul. Dan kita, sebagai orang yang berakal wajib mengikuti risalah yang disampaikan.

Jadi, permintaan untuk menghidupkan Sam adalah keisengan kaumnya untuk tidak beriman. Sebagaimana orang Yahudi yang diperintahkan untuk menyembelih sapi betina. 

Sebenarnya mereka enggan melakukannya. Tapi dengan dalih ingin mengetahui jenis yang pasti mereka menanyakankriteria sapi tersebut secara detil sehingga susah dipenuhi. 

Demikian pula kisah ini. Dengan dihidupkan Sam, mestinya kewajiban mereka untuk beriman menjadi bertambah besar. Toh akhirnya masih ada juga yang tidak beriman. Yang demikian itu siksanya lebih dahsyat.

Kedua adalah soal pedihnya maut. Memang dikabarkan bahwa proses keluarnya nyawa dari jasad seseorang sungguh menyakitkan. Bahkan menurut riwayat, Jibril pun tidak tega melihat Rasulullah SAW, sahabat dan kekasihnya itu saat dicabut nyawanya. 

Sebetulnya, semua kisah ini mengandung pesan bahwa manusia harus selalu berusaha dan berdoa agar menjadi khusnul khatimah. Salah satu contoh orang yang meninggal dengan khusnul khatimah adalah orang yang berjihad di jalan Allah. 

Ia tidak saja tidak merasakan rasa pedihnya maut, tapi justru meminta kepada Allah untuk dihidupkan lagi dandimatikan lagi dalam keadaan syahid. 

Masih banyak amal ibadahlain yang membuat seorang muslim menjadi khusnul khatimah dalam sakaratul mautnya.tak lupa diiringi doa, “Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaratil maut”.


Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007



Demikianlah Artikel Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Kisah Nabi Isa Tentang Pedihnya Maut ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close