Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu

Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Sastra Islam lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.




Saat itu, aku bagaikan Isim Mufrod, tunggal – hanya sendiri saja. Seperti halnya kalimat huruf, sendiri tak bermakna. Laksana Fi’il laazim, mencinta namun tak ada yang dicinta. Tak mau terpuruk dan terdiam, aku harus jadi mubtada’, memulai sesuatu. Menjadi seorang fa’il, yang berawal dari fi’il.

Tapi aku seperti Fi’il Mudhoori’ alladzii lam yattashil biaakhirihii syai’. Mencari sesuatu, tapi tak bertemu sesuatupun di akhir. Berjumpa denganmu adalah Khobar Muqoddam, sebuah kabar yang tak disangka. Aku pun menjadi Mubtada’ Muakkhor, perintis yang kesiangan.

Aku mulai dengan sebuah kalam, dari susunan beberapa lafadz, yang mufid, terkhusus untuk dirimu dengan penuh mak’na. Dari sinilah semua bermula, aku dan kamu bagaikan idhofah. Aku Mudhof, kamu Mudhof Ilaih. Tak bisa dipisahkan.


Cintaku padamu, beri’rob rofa’. Tinggi. Bertanda Dhammah. Bersatu Cinta kita bersatu, mencapai derajat yang tinggi. Saat-saat mengejar cintamu, aku hanyalah isim beri’rob Nashob. Susah payah. Bertanda fathah. Terbuka. Hanya dengan bersusah payah maka jalan itu kan terbuka.

Setelah mendapatkan cintamu, tak mau aku seperti Isim yang Khofdh. Hina dan rendah. Bertanda Kasroh. Tercerai berai. Jika kita berpecah belah tak bersatu, rendahlah derajat cinta kita.

Karenanya, kan kujaga cinta kita, layaknya Isim yang ber-I’rob jazm. Penuh kepastian. Bertanda dengan sukun. Ketenangan. Kan kita gapai cinta yang penuh damai saat semua terikat dengan kepastian tanpa ragu-ragu



Demikianlah Artikel Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Ungkapan Cinta Ala Ilmu Nahwu ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close