Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

PUASA BULAN RAJAB.

PUASA BULAN RAJAB. - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang PUASA BULAN RAJAB., Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Tanya Jawab lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru PUASA BULAN RAJAB. yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan PUASA BULAN RAJAB. sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.




عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ
Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, “Saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang puasa di bulan Rajab, kami pada saat itu berada di bulan Rajab”. Ia menjawab, “Saya telah mendengar Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Saw melaksanakan puasa hingga kami mengatakan ia tidak berbuka, dan Rasulullah Saw berbuka hingga kami mengatakan Rasulullah Saw tidak puasa”. (Hadits riwayat Imam Muslim).
Penjelasan hadits ini menurut Imam an-Nawawi:
الظاهر أن مراد سعيد بن جبير بهذا الاستدلال أنه لا نهى عنه ولا ندب فيه لعينه بل له حكم باقي الشهور ولم يثبت في صوم رجب نهى ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه و سلم ندب إلى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها والله أعلم
Pada zahirnya, maksud Sa’id bin Jubair berdalil dengan hadits ini bahwa tidak ada larangan dan tidak ada anjuran puasa di bulan Rajab. Hukum puasa di bulan Rajab sama seperti puasa di bulan-bulan lain. Tidak ada hadits tentang puasa bulan Rajab, hadits melarang atau pun menganjurkan. Akan tetapi hukum asal berpuasa itu dianjurkan, dalam kitab Sunan Abi Daud Rasulullah Saw menganjurkan puasa di bulan-bulan haram/mulia, bulan Rajab adalah salah satu dari bulan haram/mulia. Wallahu a’lam.
( Syarh an-Nawawi ‘ala Shahih Muslim, juz.VIII, hal.39).
Hadits dalam Sunan Abi Daud yang dimaksud Imam an-Nawawi:
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي السَّلِيلِ عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِي قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيُّ الَّذِي جِئْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلَّا بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِي فَإِنَّ بِي قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِي قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلَاثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا
Hadits Rasulullah Saw memerintahkan laki-laki dari al-Bahilah melaksanakan puasa di bulan-bulan haram/mulia (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab):
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا إسماعيل ثنا الجريري عن أبي السليل قال حدثتني مجيبة عجوز من باهلة عن أبيها أو عن عمها قال : أتيت رسول الله صلى الله عليه و سلم لحاجة مرة فقال من أنت قال أو ما تعرفني قال ومن أنت قال أنا الباهلي الذي أتيتك عام أول قال فإنك أتيتني وجسمك ولونك وهيئتك حسنة فما بلغ بك ما أرى فقال اني والله ما أفطرت بعدك الا ليلا قال من أمرك أن تعذب نفسك من أمرك أن تعذب نفسك من أمرك أن تعذب نفسك ثلاث مرات صم شهر الصبر رمضان قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني فقال فصم يوما من الشهر قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني قال فيومين من الشهر قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني قال وما تبغى عن شهر الصبر ويومين في الشهر قال قلت اني أجد قوة وأني أحب أن تزيدني قال فثلاثة أيام من الشهر قال والحم عند الثالثة فما كاد قلت اني أجد قوة وأني أحب ان تزيدني قال فمن الحرم وافطر
Hadits ini terdapat dalam Musnad Ahmad. Menurut Syekh Syu’aib al-Arna’uth, status hadits ini: Hasan li ghairihi.
                Berdasarkan keterangan di atas maka tidak ada dalil khusus melaksanakan puasa khusus di hari khusus, dengan jumlah bilangan khusus, dengan cara khusus, dengan balasan khusus di bulan Rajab. Tapi jika ada yang puasa di bulan Rajab secara umum, maka itu baik, karena ada hadits umum tentang itu. Wallahu a’lam bi as-shawab.



Demikianlah Artikel PUASA BULAN RAJAB., Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan PUASA BULAN RAJAB. ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi PUASA BULAN RAJAB. ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close