Menuju Jalan Kemuliaan - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Menuju Jalan Kemuliaan, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam
Artikel jalan
Artikel kemuliaan
Artikel menuju kemuliaan lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Menuju Jalan Kemuliaan yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Menuju Jalan Kemuliaan sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Konon, Luqmanul Hakim memberikan nasehat kepada anaknya, “Wahai anakku sayang, dunia ini laksana samudra yang sangat dalam. Sudah banyak manusia yang tenggelam di dalam samudra itu. Supaya kapal kamu tidak tenggelam, jadikan kapalmu bertakwa kepada Allah. Muatannya adalah iman. Layarnya adalah tawakal kepada Allah. Niscaya kamu akan sampai ke pantai akhirat dengan selamat.”
Untuk dapat mengambil makna dari nasehat tersebut kita harus memahaminya dengan bahasa metafor. Makna dari “kapalmu harus bertakwa kepada Alah” adalah seluruh tubuh diarahkan untuk mengikuti kehendak dan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Mata jangan digunakan semaunya sehingga sulit membedakan mana haknya dan mana hak orang lain. Telinga tidak boleh diobral semaunya, tanpa memperdulikan mana suara yang mengajak ke surga dan mana yang menjerumuskan ke jurang neraka. Lidah harus dikendalikan sehingga dapat membedakan mana kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain, dan mana yang tidak. Jangan jadikan mulut seperti tong sampah makan semaunya, tanpa memperdulikan yang halal dan yang haram. Tanganpun harus dijaga, begitu juga kaki harus diperhatikan mana perjalanan yang mendekatkan dirinya kepada ridha Allah atau sebaliknya.
Untuk menjaga agar tidak terjadi sikap dan perilaku yang dapat menjerumuskan, arahkan tubuh ini menjadi pengamal-pengamal takwa yang baik kepada Allah. Melalui takwa, kita menyadari kehadiran Allah dalam hidup. Inti takwa adalah kesadaran yang sangat mendalam bahwa Allah selalu hadir dalam setiap langkah dan detak nafas kita. Allah selalu menyertai dan mengawasi kita sehingga langkah hidup semakin pasti, terukur, dan terarah, sikap semakin terjaga, perbuatan semakin teratur.
Allah memuji siapapun yang bertakwa sambil memberikan bentuk-bentuk kemudahan jika ketakwaan itu menjadi jati diri seseorang,
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkannya.” (ath-Thalaaq: 2-3)
Ayat di atas mengisyaratkan fasilitas yang disediakan Allah bagi orang-orang yang bertakwa:
1. Memberi jalan ke luar dari Semua Kesulitan Hidup
Di dunia ini tidak ada orang yang hidupnya selalu mulus. Hambatan, tantangan, dan rintangan pasti pernah dirasakan oleh manusia. Siapapun manusia di planet bumi ini tidak ada yang tidak mempunyai masalah hidup. Memang ada persoalan-persoalan yang selesai setelah kita mengerahkan segenap kemampuan kita, namun tidak sedikit masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan mengandalkan kemampuan manusia semata-mata. Di sini perlunya kita meminta bantuan dan perlindungan Allah. Baik masalah yang menimpa secara individu, dalam keluarga, dilingkungan masyarakat, bahkan dalam berbangsa dan bernegara. Bagi orang-orang yang bertakwa di perlu kawatir, karena Allah akan memberikan jalan ke luar dari semua kesulitan hidup.
2. Allah akan mencurahkan Karunia atau Rezeki melalui jalan yang tidak di duga
Kehadiran rezeki yang tidak disangka-sangka, jauh dari perkiraan manajemen modern, hal itu merupakan bukti kemahakuasaan Allah. Misalnya dalam satu bulan kita mendapat rezeki dua juta rupiah, tetapi tiba-tiba mendapat bonus sehingga menjadi tiga setengah juta. Atau boleh jadi secara kuantitas tidak bertambah tetapi Allah anugerahkan keberkahan yang banyak sehingga mampu mencukupi kebutuhan dalam sebulan bahkan lebih. Banyak di antara kita yang diberikan Allah fasilitas hidup lebih dari cukup. Tetapi tidak ada yang dapat dinikmati tapi justru bingung dengan kekayaannya. Inilah yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang bertakwa, yaitu Dia akan mencurahkan karunia atau rezeki melalui jalan yang tidak terduga. Wallahu a'lam!
Demikianlah Artikel Menuju Jalan Kemuliaan, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Menuju Jalan Kemuliaan ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Menuju Jalan Kemuliaan ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.


