Menghadapi Kampanye Hitam - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Menghadapi Kampanye Hitam, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam
Artikel melawan kampanye hitam
Artikel tabayyun lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Menghadapi Kampanye Hitam yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Menghadapi Kampanye Hitam sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Hiruk pikuk perpolitikkan nasional semakin ramai, seiring dengan semakin dekatnya Pemilihan Presiden yang direncanakan pada tanggal 9 Juli nanti. Kampanye, baik yang putih maupun yang hitam berseliweran menghiasi berbagai media, lebih-lebih media sosial. Bagi yang tidak menggunakan akalnya, pasti mereka akan menelan mentah-mentah informasi yang mereka dapatkan. Bahkan, dengan informasi yang masih samar itu, mereka akan menularkan kepada orang lain, seolah-olah itu merupakan suatu kebenaran. Bayangkan, jika mayoritas rakyat Indonesia melakukan itu, tidak mustahil justru informasi negatiflah yang akan mendapatkan kemenangan dan menjadi keyakinan publik. Yang salah dianggap benar, dan yang benar dianggap salah. Yang hitam dianggap putih, dan yang putih dianggap hitam.
Kami tidak perlu memberikan contoh-contoh kampanye hitam di sini, baik dalam bentuk tulisan atau gambar-gambar, apalagi video agar tidak menimbulkan salah paham. Kita tidak tahu persis, apakah kampanye hitam itu sengaja disebarkan oleh pendukung capres tertentu untuk menjatuhkan lawannya, atau justru disebarkan sendiri untuk mendongkrak popularitas dan meningkatkan elektabilitas, Wallahu a’lam! Yang jelas, kadang-kadang kampanye hitam dapat menaikkan elektabilitas seorang calon. Karena yang diserang kampanye hitam seolah-olah terdzalimi dan teraniaya sehingga mendapatkan simpati public. Dan, pelaku kampanye hitam, tidak akan mendapatkan simpati public karena mereka telah mempraktikkan kampanya yang tidak beradab.
Mungkin ada yang menganggap pendapat ini mengada-ada. Tetapi, kalau kita renungkan, pertanyaan-pertanyaan dan pandangan-pandangan seperti ini akan terus muncul dan berkembang selama pelaku kampanye hitam yang sebenarnya tidak ditangkap. Ataukah, mereka sengaja dibiarkan? Mudah-mudahan tidak. Mudah-mudahan Bawaslu masih menguber para pelaku kampanye hitam tersebut. Harapkan kami, para pelaku itu akan tertangkap dan dipersilahkan untuk mempertanggungjawabkan ulah mereka. Kalau tidak, jangan salahkan kalau ada yang berpendapat bahwa kampanye hitam itu sengaja dibiarkan untuk menaikkan elektabilitas seorang calon. Atau berpendapat apa saja, karena toh pelakunya ghaib, tidak tertangkap, tidak kasat mata, abdsurd!
Sebagai warga negara yang memiliki kamampuan terbatas, kami hanya bisa mengajak teman-teman untuk berhati-hati dalam menghadapi informasi yang simpang siur. Kita tidak boleh menelan mentah-mentah setiap informasi yang kita dapatkan, harus kita cerna dan renungkan secara mendalam sebelum informasi tersebut menjadi keyakinan kita. Allah mengajarkan kepada kita bagaimana cara menyikapi infomasi yang kita dapatkan, maksud saya informasi yang simpang siur dan tidak jelas.
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu“. (QS. Al Hujurat: 6).
Ayat ini dinyatakan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman agar mereka berhati-hati ketika ada orang fasik membawa berita kepadanya; agar mereka memeriksanya dan tidak menelannya mentah-mentah (Yâ ayyuhâ al-ladzîna âmanû in jâ’akum fâsiqun binaba’in fatabayyanû). Kita harus melakukan tabayyun ketika kita menerima informasi, tidak boleh menelan mentah-mentah informasi yang kita dapatkan.
Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas benar permasalahannya.
Tabayyun adalah akhlaq mulia yang merupakan prinsip penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan keharmonisan dalam pergaulan. Hadits-hadits Rasulullaah saw dapat diteliti keshahihannnya antara lain karena para ulama menerapkan prinsip tabayyun ini. Begitu pula dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah faham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik. Oleh karena itu, pantaslah Allaah swt memerintahkan kepada orang yang beriman agar selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak meyesal di kemudian hari,” Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu”.
Dalam perkara apa saja kita memerlukan tabayyun? Dalam ayat tersebut “nabain” adalah isim nakiroh, jadi kita perlu bertabayyun dalam hal apa saja, termasuk dalam menyikapi gencarnya kampanye Pilpres 2014 saat ini, apalagi terhadap kampanye hitam yang makin marak. Issu teroris yang menimpa umat islam. Berita-berita yang menimbulkan perpecahan antar kelompok beragama dan antar komponen bangsa. Jika kita mengabaikannya, pasti kita akan menyesal, karena apa yang menjadi keyakinan kita boleh jadi salah, sehingga kita menentukan kebijakan salah yang merugikan orang banyak! Fenomena sosial berbeda dengan pasti alam, inilah yang harus kita camkan. Fenomena sosial, jika kita salah interpretasi, salah menentukan kebijakan dan pilihan, mungkin akan memakan korban satu generasi, atau mungkin beberapa generasi. Wallahu a’lam! Mudah-mudahan bangsa Indonesia mendapatkan pemimpin yang amanah, yang mampu mengantarkan rakyatnya menuju kehidupan yang adil, makmur, tata titi tentrem karta raharja! Amiin!
Demikianlah Artikel Menghadapi Kampanye Hitam, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Menghadapi Kampanye Hitam ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Menghadapi Kampanye Hitam ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

