Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

Kampanye Hitam

Kampanye Hitam - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Kampanye Hitam, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel kampanye kotor Artikel kampanye pemilihan presiden 2014 Artikel kampanye pilpres 2013 lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Kampanye Hitam yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Kampanye Hitam sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.




Warna hitam selalu dinisbahkan dengan kejahatan. Hitam adalah kegelapan. Di dalam cerita-cerita ada istilah pangeran kegelapan, orang-orang yang dijadikan tumpuan kesalahan disebut kambing hitam, di dalam cerita-cerita silat yang marak pada tahun delapan puluhan, ada istilah golongan hitam. Artinya golongan yang menghambakan diri pada kejahatan. Ketika kran politik dibuka selebar-lebarnya, tepatnya setelah reformasi, istilah kampanye hitam sering muncul. Hal ini jarang terjadi pada zaman ORDEBARU. Maklumlah, pada saat itu kebebasan politik sangat terbatas, sehingga rakyat tidak bisa bebas mengeluarkan aspirasinya. Merekapun ketakutan, jika terlalu vokal mengeritik rezim yang sedang berkuasa akan dicap subversif! Berbeda dengan zaman sekarang, kebebasan politik sudah dibuka seluas-luasnya. Tetapi kadang-kadang kebebasan itu justu kebablasan, meskipun suara-suara itu acapkali dianggap anjing menggonggong dan kafilahpun tetap berlalu.



Lihat saja ketika kita sedang mengadakan perhelatan demokrasi, baik pada level pemilihan ketua RT, RW, dukuh, lurah, camat, bupati, gubernur sampai pada tingkat presiden kampanye hitam sering muncul. Kampanye hitam ditempuh dalam rangka mendiskriditkan lawan politik untuk mendongkrak golonganya sendiri. Caranya halus tetapi sungguh keji! Kenapa keji? Kampanye hitam sangat akrab dengan fitnah, ingat fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan!

Para pelaku kampanye hitam biasanya menghalalkan segala cara sehingga mereka tak segan-segan menggunakan isu negatif yang tidak berdasar. Dan, sekarang, dengan makin canggihnya teknologi informasi, perilaku seperti itu sangat mudah dilakukan, tentu saja kalau berkantong tebal. Ciri-ciri kampanye hitam adalah, lebih banyak omong kosongnya daripada fakta. Atau, kondisi fakta yang minim kemudian “dipelintir’ dicampur opini pribadi atau kelompoknya sehingga hasilnya “miring” atau negatif di masyarakat.

Sebagai warga negara yang baik, tentu saja kita tidak boleh tinggal diam menghadapi situasi seperti itu. Tentu saja disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Jika kita cuma akar rumput, tentu saja kapasitas kita hanya tingkatan keluarga sendiri, warung kopi, tetangga, atau sahabat-sahabat dekat kita. Masyarakat kita sekarang memang sudah semakin cerdas, lebih melek politik dibandingkan dulu, tetapi tidak ada salahnya kita saling nasehatmenasehati di dalam kebenaran dan kesabaran. Motivasi inilah yang harus kita tanamkan di dalam hati. Kuncinya adalah pencerdasan sehingga masyarakat paham mana isu, kampanye hitam dan mana kebenaran. Alhasil, dengan semakin cerdasnya masyarakat, kampanye hitam semakin kurang ditanggapi. Masyarakat akan tahu, orang yang suka menjelek-jelekan orang lain itu, biasanya justru kelakuannya jauh lebih jelek lagi.

Ada satu resep yang barangkali dapat menangkal evektifitas kampanya hitam. Perlakukanlah kampanye hitam itu sama dengan isu, sehingga dalam menanggapinya kita tidak perlu emosi. Isu kok ditanggapi! Sebaliknya, kalau kita tanggapi, maka menang dan senanglah dia (si pembuat kampanye hitam), karena dia memang tidak jelas. Kita diam, dia  akan hilang ditelan  waktu.  Sebaliknya, akan semakin ramai, bila kita menanggapinya dengan serius plus emosi. Kalaupun kita mau menanggapinya, bawalah ke suasana santai, guyonan yang cerdas. Bila perlu sampaikan terima kasih karena pihak lawan yang peduli mau menjadi cerminan kita, sehingga mendorong kinerja lebih baik lagi kepada masyarakat.

Bagi masyarakat pemilih, jelas harus berpikir positif menanggapi isu yang menyudutkan seseorang calon pemimpin. Kenapa calon pemimpin itu disudutkan? Dijelek-jelekan? Benarkah dia layak disudutkan karena kejelekannya? Lebih bijak bila kita mengenali calon pemimpin itu dari kinerjanya selama ini. Apa saja yang telah dia perbuat sehingga mensejahterakan masyarakat atau justru menyengsarakan rakyat?

Sebenarnya, kampanye hitam itu sendiri juga memunculkan data dan fakta yang terbaik bagi pemilih mengenai rekam jejak si calon pemimpin yang akan dipilihnya.Inilah sisi positif yang harus kita perhatikan. Karena segala sesuatu itu tidak ada yang sia-sia jika dilihat dengan kaca mata positif. Dan kita juga harus yakin bahwa kebenaran mutlak itu hanya ada pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita manusia hanya berikhtiar dalam mencari kebenaran. Manusia itu tempat salah dan dosa! Namun sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat, kejujuran  pada  diri sendiri adalah harta yang paling berharga. Bangsa Indonesia akan mundur bila praktek ketidakjujuran, seperti tindakan kampanye hitam masih berlaku, dan kita diamkan!  












Demikianlah Artikel Kampanye Hitam, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Kampanye Hitam ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Kampanye Hitam ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close