Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

Pemimpin Hedonis

Pemimpin Hedonis - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Pemimpin Hedonis, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Pemimpin Hedonis yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Pemimpin Hedonis sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.




Salah satu manifestasi dari sikap hedonis adalah suka bermewah-mewah, meskipun sikap tersebut merugikan orang lain. Dalam surat At-Taakatsur sikap tersebut dikatakan akan membuat kita lalai hingga kita masuk ke dalam kubur. Sebab bermewah-mewah itu akan menyibukkan kita hingga kita lalai dengan hakekat kehidupan yang sebenarnya. Mereka juga suka menumpuk-numpuk harta dan menghitung-hitungnya, serperti yang termaktub dalam surat Al-Humazah. Mereka sangat mencintai hartanya lebih dari mencintai Allah dan Rasulnya. Kita tidak boleh salah paham, Islam tidak anti kekayaan, tidak memerintahkan umatnya hidup dalam kemiskinan. Islam justru memerintahkan umatnya untuk giat mencari nafkah. Cuma, permasalahanya, kita dilarang menempatkan harta tersebut di dalam hati kita sehingga kita tidak menuhankan harta. Yang benar adalah menempatkan harta di tangan kita sehingga kita tidak akan ragu-ragu lagi untuk membelanjakan harta tersebut di jalan Allah.


Para Hedonis biasanya menempatkan harta di hati mereka, senantiasa menumpuk dan menghitung-hitung kekayaan. Mereka menganggap bahwa tidak ada kemuliaan, keluhuran, dan keagungan tanpa harta, sehingga makala mereka melihat limpahan harta padanya maka bangkitlah anggapannya bahwa di antara faktor keluhuran  seseorang adalah manakala ia memiliki kelebihan dan keunggulan dalam harta. Oleh karena itu, ia mengejek dan mengumpat serta mencela orang lain tanpa rasa khawatir akan siksaan akibat perbuatannya itu karena bujukan harta itu telah menjadikannya lupa akan kematian dan tempat kembalinya kelak, sehingga ia beranggapan bahwa harta yang ia miliki itu dapat menjamin kehidupannya, sehingga ia tidak akan berpisah dengan kehidupan ini kepada kehidupan di mana ia akan disiksa atas kejahatan tindakannya.

Jika Anda seorang pemimpin, maka celakalah bangsa ini. Seorang pemimpin jika dihinggapi virus hedonis akan mencelakakan rakyat, menindas rakyat, menjadikan rakyat sebagai tumbal demi memehuni syahwatnya. Harta negara akan menjadi bancakan, korupsi merajalela, mereka lupa bahwa didirikannya negara ini adalah untuk kemakmuran bersama. Coba kita simak saja teori-teori tentang negara, kenapa negara didirakan.

Menurut para pakar, Keberadaan negara sebenarnya seperti organisasi secara umum, yaitu untuk memudahkan anggotanya (rakyat) mencapai tujuan bersama atau cita-citanya. Keinginan bersama ini dirumuskan dalam suatu dokumen yang disebut sebagai Konstitusi, termasuk didalamnya nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh rakyat sebagai anggota negara. Dalam bentuk modern negara terkait erat dengan keinginan rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama dengan cara-cara yang demokratis. Bentuk paling kongkrit pertemuan negara dengan rakyat adalah pelayanan publik, yakni pelayanan yang diberikan negara pada rakyat.

Jika para pemimpinnya dijangkiti virus hedonisme, lantas bagaimana mereka dapat memberikan pelayanan public yang memuaskan? Bagaimana mereka dapat mengentaskan kemiskinan? Kemiskinan sangat berbahaya dalam kehidupan karena berdekatan dengan kekufuran. Tidak jarang terjadinya perilaku negatif akibat dihimpit oleh kemiskinan.

Namun demikian, jika terjadi hal seperti itu, kita tidak boleh menyalahkan pemimpin seratus persen. Sebagai rakya sebenarnya kita punya andil kesalahan juga. Pertama, mungkin kita terlambat melakukan kritik terhadap pemimpin-pemimpin kita yang berlaku dzolim. Kedua, barangkali kita kurang cerdas sehingga kita mudah tertipu. Contohnya ketika Pemilihan pemimpin, kita sering salah pilih dan jatuh ke dalam lobang yang sama. Kita mudah dikibuli dengan janji-janji manis sehingga kita keliru memilih pemimpin. Ketiga, Kita kurang memperhatikan pendidikan keluarga kita, anak-anak kita sehingga mereka tumbuh menjadi manusia yang jauh dari penciptanya. Kita harus ingat bahwa bangunan negara ini ditopang oleh individu-individu atau keluarga.

Jika rakyatnya kafir, bagaimana merekaa dapat memilih pemimpin yang beriman? Jika ada komunitas maling, tentu yang mereka pilih adalah maling yang paling jempolan. Jika komunitas orang-orang yang beriman dan bertakwa, tentu mereka akan memilih pemimpin yang paling beriman dan bertakwa! Wallahu a’lam bi showab!





Demikianlah Artikel Pemimpin Hedonis, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Pemimpin Hedonis ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Pemimpin Hedonis ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close