Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Apakah kaya itu tidak boleh? Apakah orang kaya itu identik dengan hedonism. Orang yang suka bermewah-mewah hingga mereka tidak sadar ketika jatah hidupnya sudah habis, alias masuk kubur! Sebenarnya tidak demikian, kekayaan itu tidak identik dengan hedonism. Kekayaan itu apabila berada di tangan orang-orang beriman, maka harta tersebut akan memberkahi orang lain, akan bermanfaat bagi lingkungannya sehingga dapat ikut membantu kesejahteraan umat. Orang yang beriman akan meletakkan harta mereka di tangan, bukan di dalam hati mereka. Apa artinya? Artinya harta tidak menguasai hatinya, tidak dia cintai melebih cintanya terhadap Allah Pencipta Semesta alam ini, tidak memperbudak dirinya, dan tidak menjadi motivasi gerak hidup mereka. Sehingga mereka meletakkan harti itu di dalam genggaman tanganya. Mereka senantiasa berpikir bagaimana cara membelanjakan harta yang dia miliki itu untuk mencari keridhoan Allah. Karena di dalam hati mereka telah terpatri bahwa sesungguhnya keberedaan mereka, atau sesungguhnya mereka diciptakan oleh Allah hanyalah untuk beribadah atau hidup mengabdi menurut-Nya.
Sementara itu, bagi orang-orang yang tidak beriman, yang jauh dari Allah Pencipta Alam semesta ini, keberadaan harta yang dia miliki justru akan menjerumuskan mereka ke dalam gaya hidup hedonis. Suka bermewah-mewah, akhirnya perlahan-lahan, secara tidak disadari mereka berani menerjang apa saja yang dilarang oleh Allah.
Barangkali Anda menganggap terlalu menyederhanakan, jika saya katakana bahwa sesungguhnya bagi orang-orang yang tidak menjadikan ajaran Allah sebagai dasar berpijak dalam kehidupannya, sebenaranya mereka hanya terbelenggu dalam tiga hal. Yaitu, harta, tahta, dan wanita. Atau dengan kata lain hidupnya hanya digerakkan oleh perut, bawah perut, dan atas perut. Perut adalah lambang dari makan, maksudnya seluruh hidupnya hanya didedikasikan untuk mencari makan … makan … dan makan, seolah-olah makan itu menjadi Tuhan mereka. Atas perut adalah lambang kekuasaan. Artinya kehidupannya hanya didedikasikan untuk mencari kekuasaan untuk memenuhi syahwatnya. Kekuasaan yang mereka peroleh biasanya hanya digunakan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kroni-kroninya. Orang yang demikian ini, jika menjadi pemimpin biasanya bersikap otoriter, korup dan menindas rakyat baik dilakukan secara halus maupun kasar. Bawah perut adalah lambang dari sex, dimana mereka bekerja keras, memeras keringat dan membanting tulang hanya demi memenuhi tuntutan libidonya. Mengumbar nafsu birahi. Menjadi tukang kawin, bahkan gemar mencari pelacur!
Bagaimanakah dengan kita? Apakah kita termasuk orang yang meletakkan harta di dalam tangan atau di dalam hati? Apakah kita termasuk orang yang diperbudak oleh hawa nafsu atau orang yang dapat mengendalikan hawa nafsu?
Sebenarnya, sebagai manusia yang dikarunia akal oleh Allah bebas memilih. Hanya saja, masing-masing pilihan itu membawa konsekuensi sendiri-sendiri. Jika kita memilih jalan gelap, kepastiannya bahwa kita akan tersesat dan jika tidak bertobat dapat terjerumus ke dalam jurang kenistaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kita memilih jalan terang, jalan akan tampak dengan jelas dan terang-benderang sehingga kita tidak mungkin tersesat lagi, apalagi sampi terjerumus ke dalam jurang. Orang-orang yang memilih jalan ini hidupnya akan selalu dirahmati oleh Allah. Wallahu a’lam bi showab!
Demikianlah Artikel Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Kekayaan Tidak Identik dengan Hedonisme ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.
