Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha

Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Tanya Jawab lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.


Pertanyaan:
Ada ustadz yang mengatakan, meskipun mayat itu perempuan, atau dua orang, atau tiga orang, tetap diucapkan: Allahummaghfir lahu. Tidak boleh dirubah Allahummaghfir Laha atau Allahummaghfir Lahum. Apakah benar demikian Ustadz?

Jawaban:
Jika mayatnya satu orang laki-laki, maka: Allahummaghfir Lahu.
Jika dua orang: Allahummaghfir Lahuma.
Jika tiga orang lebih: Allahummaghfir Lahum.
Jika satu orang perempuan: Allahummaghfir Laha.
Jika dua orang perempuan: Allahummaghfir Lahuma.
Jika tiga orang lebih: Allahummaghfir Lahunna.
Kata ganti (dhamir) dirubah sesuai yang meninggal.
Demikian menurut pendapat para ulama, diantaranya yang disebutkan Syekh Abu Bakar terkenal dengan nama as-Sayyid al-Bakri bin as-Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi dalam kitab I’anat ath-Thalibin. Berikut teksnya:

(قوله: ويؤنث الضمائر في الانثى) كأن يقول: اللهم اغفر لها وارحمها إلخ، اللهم اجعلها فرطا لابويها. إلخ. (اعانة الطالبين: جـ 2، صـ 146.

Disebutkan Syekh ‘Utsaimin, berikut teksnya:
فإن قيل: الحديث ورد بالتذكير فكيف نؤنث الضمير إذا كان الميت أنثى؟
فالجواب: أن هذا الحديث ورد في الدعاء لميت ذكر، ولو أن الرسول صلى الله عليه وسلم قال: "إذا صليتم على الميت فقولوا: اللهم اغفر له... إلخ" لتوجه عدم التأنيث، فنأخذ بالنص ونؤوله على ما يناسب الحال.
وإن كان المقدم اثنين تقول: اللهم اغفر لهما...
وإن كانوا جماعة تقول: اللهم اغفر لهم.
وإن كن جماعة إناث تقول: اللهم اغفر لهن.
وإن كانوا من الذكور والإناث، فيغلب جانب الذكورية، فتقول: اللهم اغفر لهم، فالضمير يكون على حسب من يدعى له.
ونظير هذا من بعض الوجوه حديث ابن مسعود - - في دعاء الغمّ: "اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك
والمرأة تقول: "اللهم إني أمتك بنت عبدك بنت أمتك....".
( كتب ورسائل عثيمين، قسم الفقه).

وإذا كان رجل وامرأة دعا لهما بصيغة التثنية فيقول: اللهم اغفر لهما، وكذلك إذا كانا رجلين يقول: اللهم اغفر لهما، وكذلك إذا كانا انثيين يقول: اللهم اغفر لهما، أما إذا كانوا جماعة نساء يقول: اللهم اغفر لهن، جماعة ذكور يقول: اللهم اغفر لهم، ذكور وإناث يقول: اللهم اغفر لهم، فيفصل ضمير الذكور على ضمير الإناث. (لقاءات الباب المفتوح).

Disebutkan Syekh Bin Baz, berikut teksnya:
وإذا كان الميت امرأة يقال : " اللهم اغفر لها . . إلخ " وإذا كانت الجنائز اثنتين يقال : " اللهم اغفر لهما " وبالجمع إن كانت أكثر .
(مجموع فتاوى ومقالات ابن باز).
يدعى للأموات جميعا ذكورا كانوا أم إناثا ، أو ذكورا وإناثا بقوله: اللهم اغفر لهم وارحمهم... إلى آخره ، وإن كانوا اثنين: اللهم اغفر لهما وارحمهما... إلى آخر الدعاء. (مجموع فتاوى ومقالات ابن باز).







Demikianlah Artikel Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Allahummaghfir Lahu - Allahummaghfir Laha ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close