Pemimpin Indonesia - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Pemimpin Indonesia, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Pemimpin Indonesia yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Pemimpin Indonesia sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Bagi seorang ksatria, tidak ada kamus putus asa. Optimisme harus terus kita gelorakan meskipun kita telah terbanting-banting dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang masih jauh panggang dari api. Harapan merupakan ruh penggerak kehidupan. Tanpa harapan dan cita-cita berarti kita telah mati. Karena hanya orang mati saja yang tidak mempunyai harapan dan cita-cita, mereka tinggal menanti pengadilan dari Yang Maha Adil!
Borok-barok yang menghiasi muka kita adalah satu kenyataan, tetapi bukan alasan yang kuat bagi kita untuk saling menjatuhkan, saling berbaku hantam antar saudara, saling menista, sementara rakyat menjerit meratapi nasib mereka, seperti anak ayam yang kehilangan induk.
Kemerdekaan tidak kita dapatkan dengan cuma-cuma. Bukan hadiah dari sang penjajah. Tetapi kita dapatkan dengan mempertaruhkan jiwa dan raga. kewajiban kita sekarang adalah tetap menyuarakan optimisme di tengah-tengah lautan pesimisme yang menimpa sebagian besar masyarakat kita sekarang. Kita tidak mungkin lagi kembali kepada budaya otoritarianisme politik yang mematikan inisiatif dan kreativitas masyarakat karena semuanya terpulang kepada "petunjuk bapak." Pertanyaannya memang adalah: apakah kaum sipil yang sedang berkuasa sekarang mau belajar dari kegagalan demi kegagalan masa lampau atau akan mengulang kegagalan lain yang menyebabkan orang menjadi semakin putusasa? Pertanyaan semacam inilah yang menuntut jawaban segera dari kita semua. Masa transisi yang sangat kritikal dan berbahaya ini semestinya akan melahirkan negarawan yang visioner yang betul-betul berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Kita tidak boleh lagi berpura-pura dan terus hidup dalam kebanggaan semu dihibur retorika politik yang menyesatkan. Waktunya sudah sangat-sangat tinggi bagi kita semua untuk melihat realitas bangsa dan negara kita secara jujur, cerdas, dan tajam. Kemudian kita bersama-sama mencari pemecahan masalah kita yang "banyak dan dalam" itu secara realistik dan jujur, terutama masalah kepemimpinan nasional dan lokal yang tepat bagi bangsa ini.
Sebentar lagi tahun 2014 akan tiba, pesta demokrasi kembali di gelar, akankah kita jatuh di lobang yang sama? Agaknya kita perlu menengok sejarah masa lalu, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk bercermin agar kita punya pegangan ketika melangkah di masa depan. Pemimpin seperti apakah yang kita dambakan? Apakah kita mengingin pemimpin yang otoriter penindas rakyat? Saya kira tidak ada yang menginginkan pemimpin otoriter, kecuali orang gila. Atau kita menginginkan seorang pepimpin demagog? Apa itu pemimpin demagog?
Pemimpin demagog adalah pemimpin yang gemar berpidato untuk orang banyak, tetapi tidak pernah berpidato untuk dirinya sendiri. Lincah beretorika politik. Hati yang selalu berbinar-binar kalau berhadapan dengan massa rakyat yang bersimpuh, tapi tak pernah hadir bersama derita rakyat selain mengatasnamakannya. Hati pemimpin yang kehilangan ruh yang shalih (jernih), selain sekedar seonggok darah yang membeku. Boleh jadi gumpalan darah itu telah digerogoti berjuta-juta penyakit kronis sehingga menjadi hati yang busuk. Di atas podium yang anggun, dihadapan massa yang fanatic yang mengidolakan mereka sampai titik darah penghabisan “pejah gesang nderek sang pemimpin”, dikelilingi para penasehat yang selalu setia, petinggi Negara yang menceramahi rakyat. Tak lupa pekik merdeka dan kibaran bendera untuk menunjukkan kentalnya nasionalisme. Lalu, masalah telah dianggap selesai. Rakyat dianggap sudah dapat menerima. Padahal, mereka tetap tertindas dan terdzalimi.
Atau, kita menginginkan pemimpin yang lemah sehingga bisa di stir dari mana saja? Bahkan di stir oleh bangsa lain yang ingin menjajah ekonomi kita, atau oleh orang-orang berduit yang ingin mensukseskan bisnis mereka lewat KKN?
Jawabannya terserah kita. Sebab kitalah yang menentukan nasib kita sendiri, bukan orang lain. Asal kita tidak silau oleh gemerlapnya harta, tentu kita dapat menentukan pilihan kita dengan hati jernih. Selamat memilih pemimpin baru. Mudah-mudahan cita-cita bangsa benar-benar menjadi kenyataan. Amiin!
Demikianlah Artikel Pemimpin Indonesia, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Pemimpin Indonesia ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Pemimpin Indonesia ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

