PEMIMPIN INDONESIA 2014 - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang PEMIMPIN INDONESIA 2014, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru PEMIMPIN INDONESIA 2014 yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan PEMIMPIN INDONESIA 2014 sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Percaya boleh, tidakpun bukan masalah. Kata Zanubah Arifah Chafsoh dalam acara Temu Rembug dan Sarasehan Politik di Universitas Pancasila, Depok, Selasa (29/5/2012) bahwa ongkos politik untuk menjadi pemimpin di Indonesia sangat tinggi bahkan untuk menjadi presiden bisa mencapai triliunan rupiah sedangkan untuk menjadi bupati rata rata ongkos nya mencapai Rp 15 miliar. Hal itu memicu terjadinya politik balas budi untuk membayar utang politik setelah calon pemimpin menduduki jabatannya. (www.intipesan.com).
Jika itu betul, jika Anda bukan konglomerat berkantong tebal, nggak usah nyalon saja. Repot nanti jika Anda ngutang sana-sini untuk membiayai pencalonan Anda. Setelah dilantik nanti Anda sibuk membalas budi sipenanam modal dan melupakan kewajiban utama untuk mensejahterakan rakyat. Apalagi jika pihak asing yang menjadi pemasok modalnya, nantinya jadi tambah repot lho, Anda terpaksa menuruti kemauan pemasok modal yang bertentangan dengan hati nurani anda. Coba bayangkan, bagaimana jika Anda dipaksa menjual salah satu pulau kita? Bagaimana jika Anda dipaksa menyerahkan seluruh tambang untuk dikelola mereka? Nah, pusingkan? Anda akan berkelit tidak bisa, karena Anda sudah janji. Janji Adalah hutang! Belum lagi nanti ketika Anda mati! Bagaimana nanti jika Tuhan mempertanyakan kepemimpinan Anda? Apa jawaban Anda? Ketika dilantik Anda berjanji untuk mensejahterakan rakyat, dan menfaatkan segala kekayaan alam yang kita miliki untuk digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Tetapi koq malah digadaikan pada orang asing!
Ini bukan main-main lho! Menjadi presiden rumah tangga saja berat, kadang-kadang mengkhianati anak istri dengan menyelipkan sedikit uang jajan. Kita sudah berdosa terhadap istri dan beberapa anak kita. Bayangkan jika kita menjadi seorang presiden? Kita berdosa terhadap dua ratus juta lebih rakyat Indonesia yang telah kita tipu ketika kita kampanye sebelum menjadi presiden. Siksaan apa yang bakal kita terima ketika kita menghadap Sang Pencipta nanti.
Idealnya, selain banyak duit, seorang presiden itu sebaiknya punya televisi. Kenapa harus punya televisi? Kan bisa kampanye terus meskipun bukan hari kampanye. Enak, kan? Ha ha ha. Ini bukan nyindir, tetapi kalau punya stasiun televisi dapat mendukung keinginan kita. Bagi kami, rakyat awam, hal itu tidak penting, yang terpenting jika benar-benar memimpin dapat mensejahterkan rakyat. Murah sandang, murah pangan, kekerasan tidak jadi santapan sehari-hari, dan tentu saja kebebasan politik tetap terpelihara. Nah, itu sudah cukup. Kami tidak menuntut yang berat-berat seperti teman penulis. Ketika disuruh milih, teman penulis berkomentar, katanya dia baru mau mendukung seorang presiden yang berani bernjanji menjadikan satu rupiah senilai dengan satu dolar! Wah! Saya tertawa ketika mendengar komentar itu. Bagaimana kalau tidak ada. Ya, tentu saja kalau kamu yang jadi presidenya. Tawa kamipun semakin dahsyat. Dan, tentu saja ini cuma guyonan dan tidak perlu ditanggapi serius. Mimpipun belum pernah. Terus terang saja jika disuruh memilih, lebih baik mimpin kawin saja dari pada mimpi menjadi presiden.
Tetapi, untuk menanggapi guyonan teman saya itu, tidak ada salahnya bermimpi menjadi presiden, atau lebih tepatnya berandai-andai seperti orang yang kurang pekerjaan. Mumpung bermimpi belum dilarang, marilah kita bermimpi untuk sejenak melepaskan kepenatan hidup kita.
Apa yang harus kita lakukan jika tiba-tiba kita dipercaya menjadi presiden rapublik Indonesia? Yah, tentu saja harus menyusun program-program untuk membangun bangsa ini. Program pertama memberantas korupsi yang sudah menggerogoti bangsa ini. Hukum harus ditegakkan dan tidak pandang bulu. Menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. Pendidikan murah, kalau bisa gratis. Oiya, menjadi seorang presiden harus melakukan revitalisasi terhadap kualitas keberagamaan bangsa kita, agar secara rohani bangsa kita terbina. Nah, apalagi, ya? Wah, kalau Cuma gitu aja, Paijopun bisa. Melakukan inventarisasi mimpi-mimpi, mengobaral janji-janji manis. Prakteknya nanti dulu!
Ternyata mimpipun sulit! Bingung, kan? Bukan hanya Anda, sayapun bingung. Kalau bingung, ya seperti kata saya tadi, mari kita mimpi kawin saja! Enak mikirnya, bagaimana malam pertama nanti, apa yang harus kita lakukan. Saya kira semua sudah tahu. Pedomannyapun sangat banyak sekarang ini dan simpang-siur. Paginya mandi keramas dan bekerja lagi. Beres! He he he he!
Demikianlah Artikel PEMIMPIN INDONESIA 2014, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan PEMIMPIN INDONESIA 2014 ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi PEMIMPIN INDONESIA 2014 ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

