MENYAMBUT TAHUN BARU - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang MENYAMBUT TAHUN BARU, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru MENYAMBUT TAHUN BARU yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan MENYAMBUT TAHUN BARU sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Meskipun agak terlambat, saya ucapkan selamat tahun baru. Mudah-mudahan di tahun 2013 Anda dikarunia kesuksesan. Apa saja yang kita inginkan mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah. Bagaimanakah rencana Anda ditahun 2013 ini? Apakah Anda masih optimis dengan hidup Anda? Atau, saat ini Anda justru merasa pesimis? Saya tidak heran jika Anda merasa pesimis, sebab kondisi sosial budaya saat ini memang sangat memiriskan. Tetapi, saya kira hal itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk tidak optimis lagi dengan masa depan kehidupan kita.
Ada baiknya kita melakukan introspeksi dalam menyambut tahun baru, tidak terjebak pada sikap hedonisme yang diwujudakan dengan aktivitas hura-hura seperti yang sering kita lakukan saat ini. Kita harus menyadari bahwa dengan bergantinya tahun 2012 ke tahun 2013 berarti umur kita telah berkurang satu tahun. Mungkin Anda bertanya, memangnya kenapa kalau umur kita berkurang satu tahun. Jawabanya sederhana, yaitu kita lebih dekat lagi dengan kematian! Mau tidak mau kita akan memasuki kematian, dan bekalnya bukan harta benda, tetapi amal kita selama kita hidup di dunia ini. Jika amal kita di dunia baik, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan di akherat nanti. Sebaliknya, jika amal perbuatan kita buruk, maka sengsaralah yang akan kita dapatkan.
Nah, jadi tidak ada alasan untuk berhura-hura berlebihan dalam menyambut tahun baru. Satu hal yang justru sangat penting untuk kita lakukan adalah melakukan instropeksi, mereviuw ulang track record hidup yang kita jalani satu tahun yang lalu. Banyak baiknya atau buruknya. Apakah kita telah berperan aktif dalam membangun perdamaian di keluarga kita, lingkungan kita, negara kita, atau dunia! Tidak usah jauh-jauh, tengok saja hubungan dengan keluarga kita. Apakah berjalan harmonis seperti impian kita ketika hendak nikah, atau justru menjadi neraka dunia yang akrab dengan perpecahan, pertengkaran-pertengakaran yang membuat jiwa kita sakit.
Bagaimanakah dengan negara kita? Seperti halnya pernikahan kita, apakah saat ini telah berhasil mewujudkan keluarga bangsa yang harmonis? Kalau kita perhatikan lewat media cetak dan elektronik, tampaknya bangsa kita belum bisa bersatu. Persatuan dan kesatuan perlu ditingakatkan jika kita memimpikan terwujudnya tujuan negara kita, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kehidupan yang adil dan makmur baik jasmani dan rohani. Pepatah lama mengatakan, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Saya kira semua orang Indonesia yang pernah sekolah tahu pepatah itu, tetapi banyak yang tidak mengamalkannya. Lihat saja para politikus kita, apakah mereka sudah mencerminkan pemimpin yang baik? Bukan hanya politikus, PSSI pun ikut-ikutan perang saudara sehingga mutu persepakbolaan kita menjadi merosot. Dua kubu yang bertikai mengaku sama-sama benar dan sulit didamaikan. Ada apa dengan PSSI? Ada apa dengan tokoh-tokoh politik kita? Dan ada apa dengan pejabat-pejabat kita? Sebagai orang awam, saya bertanya-tanya dalam hati, mereka semua mengaku pejuang untuk kemajuan bangsa, kenapa koq justru saling hantam sendiri. Seharusnyakan seperti dalam permainan sepakbola, mereka saling bekerja sama untuk menciptakan gol!
Saya jadi teringat ketika istri saya curhat. Dari situ saya dapat mengambil kesimpulan, ketika menyangkut masalah uang, katanya semangatnya menggebu-gebu. Tetapi kalau tidak ada uangnya semangatnya menjadi melempem seperti kerupuk yang dicepukan ke dalam air. Dan kadang kala jegal-jegalan dan tega menghantam teman sendiri demi uang yang mereka cintai. Saya jadi berprasangka buruk, apakah mereka saling sikut-sikutan hanya demi uang? Demi kekayaan pribadi dan kroni-kroninya? Ada gula ada semut. Demikian pepatah lama yang saya dapatkan ketika SD dulu. Artinya tidak usah saya jelaskan pasti Anda sudah tahu. Jika ada sesuatu yang disukai, biasanya akan banyak yang memperebutkannya.
Tampaknya, remaja kita tidak mau kalah dengan orang tua mereka. Dengan tokoh-tokoh yang tampil dalam pemberitaan. Mereka menjadi pemarah dan bengis. Lihat saja tawuran pelajar yang sekarang semakin marak, bahkan telah merenggut nyawa pelajar lain yang tidak berdosa. Ada apa dengan pendidikan kita? Ada apa dengan pelajar kita? Mudah-mudahan mereka hanya sebagian kecil saja dari remaja-remaja kita. Bayangkan jika mayoritas remaja kita seperti itu, bagaimana jadinya dengan negara kita nantinya. Sebab mereka adalah generasi penerus yang menentukan nasib bangsa kita di kemudian hari.
Bagaimana dengan pejabat-pejabat kita? Apakah mereka dapan mengemban amanah dari rakyat, atau justru menggarong harta negara demi kepentingan pribadi. Atau memanfaatkan kekayaannya untuk bersenang-senang dengan perempuan? Bergaya hidup mewah dan makin jauh dengan rakyat.
Ah, rasanya tidak cukup untuk menuangkan isi kepala saya di sini. Dan kalau cukuppun rasanya terlalu mubadzir, sebab Anda bisa menyaksikan sendiri akting mereka di kehidupan nyata yang dapat disaksikan lewat kehidupan nyata maupun lewat media cetak dan elektronik. Dan saya tidak bermaksud membuat gosip, tetapi merupakan ajakan perenungan untuk melakukan instrospeksi di tahun baru ini. Marilah kita sama-sama berdoa, menyandungkan harapan bagi diri kita sendiri, keluarga kita, teman-teman kita dan pemimpin-pemimpin kita. Mudah-mudahan mereka menangis! Mungkin Anda tertawa mendengar doa saya ini, atau mungkin Anda menganggap saya berdoa yang tidak baik untuk mereka!
Anda jangan salah paham! Maksud saya menangis karena bertobat dan menyesali perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan. Bertobat berarti kembali pada jalan yang benar, jalan yang benar hanya didapatkan dari Sang Maha Benar yang menciptakan alam semesta alam ini. Bertobat tidak cukup mengucapkan istighfar. Apalagi jika mulut yang mengucapkan istighfar itu tidak padu dengan perilaku kita sehari-hari. Selain mengucapkan istighfar, satu hal yang harus kita lakukan adalah melakukan revitalisasi terhadap keberagamaan kita. Salah satu caranya adalah melakukan studi mendalam terhadap kitab pegangan hidup kita. Dalam Al-qur'an diajarkan untuk melakukan revolusi terhadap alam pikiran kita, yaitu perintah bangun malam atau qumi lail dan melakukan rattil Al-Qur'an.
Alam pikiran adalah penentu gerak hidup kita. Atau dengan kata lain "ilmu" adalah penggerak hidup kita. Ilmu adalah imamnya amal, dan amal adalah makmumnya. Jika alam pikiran tidak kita isi dengan makanan rohani yang menyehatkan, maka perilakunyapun akan akan sesat dan menyesatkan. Bahkan akan menjadi perusak kehidupan yang akan merugikan orang lain!
Rasanya hal ini tidak terlalu berlebihan karena sebenarnya bangsa kita aslinya adalah bangsa yang religius. Rasanya terlalu sulit untuk mengatakan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa yang religius. Paling tidak jika ditilik dari jumlah umat beragama yang hidup di negeri ini. Ditambah lagi dengan dasar negara kita yang sarat dengan nuansa religius. Lihat saja sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Dan kitapun dijamin kemerdekaannya dalam menjalankan agama kita masing-masing. Hanya saja, sudahkah kehidupan kita sehari-hari, kehidupan berbangsa kita sudah mencerminkan orang-orang yang beragama? Kenapa korupsi masih merajalela? Kenapa seabrek permasalahan bangsa masih menjerat kehidupan kita? Marilah semua permasalahan itu kita renungkan, untuk kemudian kita cari jalan keluarnya sehingga bangsas kita tidak terjerumus ke dalam lembah kehinaan!Selamat tahun baru!
Demikianlah Artikel MENYAMBUT TAHUN BARU, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan MENYAMBUT TAHUN BARU ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi MENYAMBUT TAHUN BARU ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

