Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit)

ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit) - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit), Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Kisah Teladan lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit) yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit) sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.




Dari Ja’far bin Abdillah bin Aslam berkata, "Tatkala peperangan Yamamah berlangsung dan kaum muslimin berada di tengah medan perang, orang yang pertama kali mendapat luka adalah Abu Uqail. Dia terkena panah pada bagian antara kedua bahu dan dadanya namun tidak meninggal dunia. Kemudian panah itu dicabut sehingga pada siang hari tangan kirinya terasa lemah. Kemudian ia dibawa ke dalam kemah.

Ketika peperangan semakin memanas, umat Islam tampak mengalami kekalahan serta mulai melewati batas yang diten-tukan, sementara itu Abu Uqail dalam kondisi lemah karena luka, tiba-tiba ia mendengar Ma’n bin Addy menyeru, 'Wahai kaum Anshar, mohonlah pertolongan kepada Allah, mohonlah pertolongan kepada Allah, seranglah musuhmu!'

Ibnu Umar berkata, "Setelah mendengar seruan itu Abu Uqail berdiri untuk menemui kaumnya. Maka aku bertanya, 'Apa yang kamu inginkan? Kamu tidak wajib menyerang!'

Abu Uqail menjawab, 'Tadi ada seseorang memanggil namaku.'

Aku katakan kepadanya, 'Orang yang memanggil itu mengatakan, 'Wahai orang-orang Anshar, bukan memanggil wahai orang-orang yang terluka!'

Abu Uqail berkata, 'Aku termasuk salah satu orang Anshar, oleh karena itu aku harus menyambut seruannya sekalipun dengan merangkak.'

Kemudian Abu Uqail memakai ikat sabuknya dan mengambil pedang dengan tangan kanannya seraya menyeru, 'Wahai kaum Anshar, seranglah musuh sebagaimana dalam perang Hunain! Bersatulah kamu sekalian semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepadamu. Majulah ke medan perang sebab kaum muslimin itu bersembunyi sekedar memperdayakan musuh, giringlah musuhmu sehingga masuk ke dalam kebun kemudian kamu membaur dengan mereka dan pedang-pedang kalian memenggal mereka.'

Aku perhatikan bagian-bagian tubuh Abu Uqail ternyata tangannya yang terluka telah lepas dari bahunya dan jatuh di medan peperangan. Pada tubuhnya terdapat 14 luka yang menyebabkan ia meninggal dunia. Saat itu musuh Allah, Musailamah telah terbunuh.

Aku berada di sisi Abu Uqail ketika dia menghembuskan nafas yang terakhir. Aku memanggil namanya, 'Wahai Abu Uqail! Dia menjawab, 'Labbaik -dengan terbata-bata- siapa yang kalah?' Aku menjawab, 'Bergembiralah, musuh Allah telah terbunuh.' Kemudian ia menunjuk ke langit dengan jarinya sambil memuji Allah lalu meninggal dunia. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya." (Masyari’ul Asywaq Ila Mashari’il ‘Isyaq, 1/509.)

Sumber : 99 Kisah Orang Shalih



Demikianlah Artikel ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit), Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit) ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi ABU UQAIL (Meninggal Dengan Jari Menunjuk Ke Langit) ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close