Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala

Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Tsaqofah lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.


Pertanyaan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa arti dari aza wa jalla?








Jawaban
An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, "Dianjurkan bagi penulis hadits apabila melalui penyebutan (nama) Allah `azza wa jalla agar menuliskan kata-kata `azza wa jalla (yang maha perkasa lagi mulia) atau ta'ala (yang maha tinggi), atau subhanahu wa ta'ala (yang maha suci lagi tinggi), atau tabaraka wa ta'ala (penuh berkah dan maha tinggi), atau jalla dzikruhu (yang mulia sebutannya), atau tabarakasmuhu (pemilik nama yang penuh berkah), atau jallat `azhamatuhu (maha mulia kebesarannya), atau yang serupa dengannya. Begitu pula hendaknya menuliskan kata-kata shallallahu `alaihi wa sallam (semoga senantiasa tercurah do'a dan keselamatan) secara sempurna ketika menyebutkan nama Nabi (Muhammad), tidak dengan menyingkatnya dengan SAW, dan tidak pula mencukupkan diri pada salah satunya (salam atau shalawat saja)."

“Demikian pula dikatakan radhiyallahu’anhu (Semoga Alloh Meridhoinya) ketika menyebut nama Sahabat. Apabila Sahabat itu anak dari Sahabat yang lain, maka dikatakan radhiyallahu’anhuma. Hendaknya juga mendoakan keridhaan dan rahmat bagi segenap ulama dan orang-orang baik/salih. Hendaknya semua ucapan tersebut ditulis, meskipun dalam naskah aslinya tidak tertulis, karena hal ini bukan termasuk periwayatan, namun sekedar doa. Orang yang membaca (hadits) juga hendaknya membaca setiap ucapan yang telah kami sebutkan tadi, meskipun di dalam teks yang dibacanya doa-doa tersebut tidak disebutkan. Janganlah dia merasa bosan mengulang-ulanginya. Barangsiapa yang lalai melakukannya niscaya akan terhalang meraih kebaikan yang amat besar dan kehilangan keutamaan yang sangat agung.” (Muqadimah Syarh Muslim, 1/204).
Oleh sebab itu perbuatan sebagian orang menyingkat shalawat dan salam menjadi shad atau shad-lam-’ain-mim adalah sunnah sayyi’ah (kebiasaan yang buruk). Begitu pula tulisan saw yang sering kita baca di buku-buku terjemahan atau asli bahasa Indonesia. Dikisahkan oleh As-Suyuthi rahimahullah di dalam Tadribu Ar-Rawi bahwa orang yang pertama kali menuliskan shad-lam-’ain-mim dihukum dengan dipotong tangannya [!!] (Dinukil dari Ma’alim fi Thariq Thalabil ‘Ilmi, hal. 249)
Semoga bermanfaat.

Sumber:




Demikianlah Artikel Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Arti Azza wa Jalla, Subhanahu wata'ala, Tabaroka wata'ala ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close