Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

PREVENTION IS BETTER THAN CURE

PREVENTION IS BETTER THAN CURE - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang PREVENTION IS BETTER THAN CURE, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel masalah umat lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru PREVENTION IS BETTER THAN CURE yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan PREVENTION IS BETTER THAN CURE sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.


Mat Salleh kata Prevention Is Better Then Cure. Tapi hakikatnya dalam kapitalisme ia sama sekali tidak berlaku. Ideologi kapitalisme menjadikan sekularisme sebagai asas membangun peradaban. Sedangkan nilai paling agung dalam peradaban ini adalah kebebasan ( freedom/hururiyah) atau yang disebut Hak Asasi Manusia (HAM).

Secara asasnya dalam konsep suci Hak Asasi Manuasia ini, ada 4 pokok kebebasan yang wajib semai dan dijaga iaitu bertingkah laku, bersuara, berhakmilik dan beragama. Ia mesti dijayakan dengan idea suci demokrasi. Bagi para pemikir kapitalisme, tanpa demokrasi maka hancurlah hak asasi. Maka melalui demokrasi, maka diciptakan seperangkat hukuman bagi mereka yang melanggar hak kebebasan orang lain. Harapannya agar hak kebebasan setiap manusia terjaga. Sedangkan hakikatnya manusia tidak ada hak untuk berzina, manusia tidak ada hak untuk minum arak, manusia tidak ada hak menguasai sumber alam yang penuh dengan khazanah kekayaan, wanita tidak ada hak untuk menjadi pemerintah, orang bukan Islam tidak ada hak terlibat dalam pemerintahan dan menyebarkan kepercayaan mereka, orang bukan Islam tidak ada hak untuk menternak babi secara komersil dan banyak lagi larangan, kewajipan dan kebenaran yang dinyatakan Al Khaliq.

Tetapi dalam peradaban kapitalisme, manusia ada hak untuk berzina tetapi jika membunuh bayi hasil perzinaan tersebut ia akan dihukum. Minum arak tidak salah, tetapi memandu dalam keadaan mabuk boleh digantung lesen. Pusat perjudian dibenarkan beroperasi dengan lesen PBT, tetapi Muslim yang membeli jika nasib tidak baik akan ditangkap Majlis Agama. Perempuan berpakaian seksi dianggap suatu pengiktirafan atas hak wanita, tetapi si Jantan yang meluap nafsunya lantas mencabul atau memperkosa akan disebat di dipenjara. Exxon Mobil, Shell, memegang hak konsesi cari gali minyak, kerajaan mencukai dan penarikan ‘subsidi’ yang dibebankan kepada rakyat jelata.

Inilah kebebasan dalam peradaban Adam Smith ini. Semuanya adalah hukuman (punishment). Idea kebebasan menyebabkan ia tidak mampu untuk melakukan pencegahan, kerana terjerat dengan Hak Asasi Manusia yang mereka dewakan. Tercungap-cungap Shahrizat mencari penyelesaian kes buang bayi, sampai mati pun tidak akan selesai selagi minda punishment tanpa prevention inilah yang dijadikan asas menyelesaikan masalah. Sedangkan hukum Islam itu sifatnya zawajir dan jawabir (mencegah dan menghapus dosa).



Demikianlah Artikel PREVENTION IS BETTER THAN CURE, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan PREVENTION IS BETTER THAN CURE ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi PREVENTION IS BETTER THAN CURE ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close