Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam
Artikel Hizbut Tahrir
Artikel masalah umat
Artikel Seminar lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.

Kompleks National Music Academy of Ukraine di Crimea, Ukraine, sekali lagi menjadi saksi kebangkitan Islam di negara tinggalan Soviet tersebut. Pada 17 Julai 2010, hampir 840 orang muslimah Ukraine (tidak termasuk pihak media) berhimpun di kompleks tersebut untuk menghadiri Konferens Muslimah Ketiga yang mengangkat tema “Masalah Muslimah di Era Masyarakat Moden”. Bendera Liwa’ dan Rayyah menghiasi kompleks tersebut sepanjang konferens berlangsung.
Konferens ini memfokuskan isu-isu berkaitan muslimah yang berlaku hari ini, termasuklah dari aspek pemakaian. Isu yang dilihat menghantui para pejuang Sekularisme-liberalisme sehingga mereka cenderung melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap kewajiban jilbab dan hijab, khususnya menerusi sistem pendidikan negara barat. Contoh terbaru melibatkan pengharaman niqab yang berlaku di Perancis, yang kemungkinan besar akan merebak ke seluruh negara Eropah. Isu lain yang dibangkitkan adalah berkaitan serangan media yang selama ini telah membentuk citra (pandangan) negatif terhadap wanita muslimah. Jika diperhatikan sejak kebelakangan ini, muslimah tidak terlepas dari dikaitkan dengan serangan terrorisme.
Kertas kerja pertama bertajuk “Pakaian Syariah, Kewajiban Allah Ke Atas Muslimah”, disampaikan oleh Zachitany Janikowo Elvira (aktivis muslimah Hizbut Tahrir, lulusan Universiti Marmara, Istanbul). Kertas kerja kedua pula mengupas isu perlecehan dan pencitraan negatif media barat kepada muslimah, bertajuk “Peranan Media dalam Pembentukan Citra Negatif Tentang Islam dan Wanita Muslimah”, disampaikan oleh Zudieviv Lutfi (aktivis muslimah Hizbut Tahrir, lepasan Universiti Crimea).



Di Ukraine, muslimah dilarang untuk mengambil gambar dengan menutup aurat (memakai tudung). Susanna Ismailova pernah berusaha agar beliau dibenarkan bergambar dengan mengenakan tudung, namun usahanya menemui kegagalan. Akhirnya beliau membawa kes tersebut ke mahkamah tinggi. Di sini, beliau juga turut mempersoalkan ‘kebebasan peribadi’ dan ‘hak asasi manusia’ yang sering dilaungkan di dalam demokrasi Ukraine, tetapi bias di dalam soal pemakaian muslimah.
Beberapa resolusi telah diputuskan di penghujung konferens. Di antaranya, para hadirin menegaskan bahawa wanita muslimah di Crimea dan Ukraine telah menyedari bahawa satu-satunya jalan untuk membentuk dan mendidik generasi masa hadapan adalah dengan kebangkitan Islam sebagai akidah yang benar untuk melahirkan sistem kehidupan yang sempurna serta menjadi rahmat untuk sekalian alam.
Awal Julai lalu, sebuah konferens berkaitan dengan muslimah juga telah dianjurkan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Britain di London bertujuan untuk menyuarakan pendirian dan identiti muslimah yang tidak akan mampu digugat oleh idea-idea kufur sekularisme atau tangan-tangan pemerintah yang memusuhi Islam.
Demikianlah semangat kebangkitan dan keberanian para muslimah di Eropah dalam mempertahankan identiti muslimah dan hukum-hukum syara’ yang telah diperintahkan kepada mereka. Ini seharusnya menjadi muhasabah bagi kaum muslimah yang tinggal di negara-negara di mana umat Islam menjadi kaum majoriti. Perhatikanlah tekanan dan serangan bertubi-tubi ke atas kaum muslimah di Barat. Ianya malah menjadikan mereka semakin bangkit dan berpegang teguh dengan syariat Islam.
Bagaimana pula dengan keadaan muslimah di negara ini? Tidak sedikit di kalangan wanita muslimah yang menjadikan wajah, tubuh dan auratnya sebagai kebanggaan untuk didedahkan kepada umum. Malah, tidak kurang juga yang memijak-mijak maruah dirinya dengan terlibat dalam maksiat, menyamai perlakuan wanita-wanita kafir yang tidak pernah dipandu agama.
Maka, sudah tiba masanya kaum muslimah bangkit dan mempertahankan identiti mereka, teguh pada syariat sekaligus bangga memegang status muslimah. Semoga dengan itu Allah Ta’ala akan mengampunkan dan menyelamatkan mereka.
Sumber: Syabab.com
Demikianlah Artikel Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Hampir Seribu Muslimah Ukraine Menghadiri Konferens Muslimah Di Ukraine ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.
