Palm Oil: Bad Fat? Good Fat? - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Palm Oil: Bad Fat? Good Fat?, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam
Artikel ekonomi
Artikel masalah umat
Artikel santai lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Palm Oil: Bad Fat? Good Fat? yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Palm Oil: Bad Fat? Good Fat? sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.

Saya sempat menonton Rancangan Oil Palm; Bad Fat? Good Fat? di AFC 703 malam tadi.
Ia cuba menjawab tuduhan-tuduhan dari NGO2 Alam sekitar yang mengaitkan industri perladangan sawit dengan kemusnahan alam sekitar.
Untuk menghadapi bentuk serangan tersebut, Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) ditubuhkan. Tetapi tidak semua syarikat yang terlibat dengan RSPO ini. Tetapi bukan ini yang saya ingin persoalkan di sini. Saya rasa tercekik apabila Pengerusi MPOPC, Datuk Yusof Basiron, menyatakan industri sawit menyumbang RM60billion dari pendapatan Malaysia pada 2009 dan ia merupakan sumber pendapatan kepada ribuan pekerja (saya tidak ingat jumlahnya).

Ya, memang ia merupakan sumber pendapatan, tetapi pendapatan untuk kekal di bawah paras kemiskinan. Gaji buruh dalam Industri Sawit hanyalah RM13.50 kemudian ditambah dengan beberapa elaun lain, hanyalah sekitar RM19 hingga RM24 sahaja sehari. Bagi pekerja ladang, ia bergantung kepada jumlah buah dan buah lerai. Ia adalah standard gaji yang ditentukan oleh Persatuan. Sebenarnya kerajaan boleh membantu, tetapi menaikkan gaji buroh hanya akan menurunkan pendapatan majikan dan kerajaan. Maka kekallah mereka dalam kepompong kemiskinan. Ia diiktiraf sebagai penyumbang utama perolehan negara, tetapi lihatlah jalan-jalan ke kawasan ladang sawit. Puluhan kilometer kepedalaman tanah marah, tanpa sebarang pembangunan infrastruktur. Inilah gambarab sebenar industri sawit di Malaysia. Hanya nama-nama konglemerat seperti Sime Darby dan Felda dipaparkan, tetapi itu bukanlah gambaran sebenar industri sawit di Malaysia. Hakikatnya, pekerja industri sawit ketinggalan dari arus kemajuan dan pembangunan.
Demikianlah Artikel Palm Oil: Bad Fat? Good Fat?, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Palm Oil: Bad Fat? Good Fat? ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Palm Oil: Bad Fat? Good Fat? ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.
