Jelajahi dunia informasi & inspirasi bersama kami Subsafan.com

MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US

MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam Artikel Jihad Artikel masalah umat Artikel U.S lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.


Pada awal kenaikan Obama sebagai Presiden US, beliau mengisytiharkan akan menarik balik kependudukan US di Iraq dan Afghanistan. Lantaran percaya janji manisnya, ramai umat Islam termasuk segelintir ulama' yang mengucapkan tahniah dan mengharapkan Obama akan memacu kepada US yang lebih Islam friendly. Walhal, jika kita memahami politik Islam dengan jernih kita boleh faham bahawa polisi US kepada negara ummat Islam adalah sebagai penjajah dan kepada mabda' Islam sebagai musuh no.1 .

Sehingga ke hari ini, kepada dunia Obama masih lagi menyatakan pengunduran US dari kedua wilayah tersebut. Tetapi jika kita teliti laporan beliau kepada Senat US beliau juga sedang mengukuhkan lagi penjajahan US di sana. Permohonan untuk menghantar 35 000 tentera US dan 5000 lagi tentera NATO telah diluluskan. Malah beliau menegaskan bahawa US tidak boleh mengurangkan tentera di wilayah tersebut secara drastik kerana ia merupakan ancaman yang besar. Pelbagai alasan diberikan, antaranya kerana permohonan dari pemerintah boneka Afghanistan dan Pakistan sendiri yang masih mahukan bantuan US menjaga keamanan di wilayah tersebut.

Jika kita memahami kepentingan strategik ketenteraan, US sebenarnya sedang meneruskan tindakan yang mereka anggap tepat untuk memastikan tiada manuver ketenteraan mahupun politik lain yang memungkin mana-mana rejim di wilayah bergolak jatuh ke tangan mana-mana gerakan Islam. Kerana secara spesifik Dick Cheney pernah menyatakan, sebarang kelengahan militari US akan mempercepatkan khilafah Islamih kembali tertegak. Salam perjuangan, wuzara.


OBAMA WILL NOT RUSH AFGHAN TROOP DRAWDOWN


OSLO (Reuters) - There will be no "precipitous drawdown" of U.S. forces in Afghanistan and U.S. troops could still be in the country for years to come, President Barack Obama said on Thursday.

Obama told Americans in a televised speech last week U.S. troops would begin withdrawing from Afghanistan on July 2011 as they transferred control to newly trained Afghan security forces.

Obama, in Oslo to receive the Nobel Peace Prize, shied away from repeating the word "withdraw" and said July 2011 would signal a shift in the U.S. mission in Afghanistan, when "we are beginning to transfer responsibility to the Afghan people."

There has been debate in Washington over Obama's commitment to the July 2011 withdrawal date after administration officials testifying before the U.S. Congress suggested it was flexible.

"I have been unambiguous about this, so there should not be a debate. Starting in July 2011 we will begin that transition, that transfer of responsibility," Obama said.

He said the pace of the transfer of authority and "the slope of the drawdown" of troops would depend on conditions.

"It is very important to understand we are not going to see some sharp cliff, some precipitous drawdown," Obama said at a news conference.

Obama is sending 30,000 more troops to Afghanistan to buy time to train Afghan security forces so they can take over control and pave the way for U.S. forces to withdraw.

"It is also important to understand that several years after U.S. combat troops have been drastically reduced in the region ... the Afghan government is still going to need support for those security forces.

"We are still going to have an interest in partnering with Afghans and Pakistanis and others in dealing with the remnants of terrorist activity," he said.

In an interview with the U.S. television program "60 Minutes," Obama said setting a deadline was necessary so the Afghan people understand the United States will not be responsible for their country's security forever.

"In the absence of a deadline, the message we are sending to the Afghans is, 'It's business as usual. This is an open-ended commitment,'" Obama said in an excerpt of the interview released on Thursday.

He said there were those in Afghanistan who would be happy with an arrangement "in which they carry no burden. In which we're paying for a military in Afghanistan that preserves their security and their prerogatives," he said.

"That's not what the American people signed up for when they went into Afghanistan in 2001. They signed up to go after al Qaeda."

(Additional reporting by Patricia Zengerle; editing by Todd Eastham)



Demikianlah Artikel MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi MEMAHAMI STRATEGIK KETENTERAAN US ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.

Back To Top
close