Antara Marhaban dan Purdah - Pada ulasan terbaru dari blog SUBSAFAN !! kali ini, Akan menginformasikan teman teman pengunjung tentang Antara Marhaban dan Purdah, Dimana Info yang sudah kami sajikan untuk anda dihalaman singkat ini, Diharapkan bisa terpenuhi semua kebutuhan anda pembaca yang sudah kunjung hadir dan tentunya memang sedang membutuhkan. Sebagai pengunjung halaman situs blog ini, anda juga bisa membaca beragam
Artikel masalah umat
Artikel santai lain lebih banyak dengan cara melihat Isi Peta dari pada situs ini, Namun terlebih dulu silahkan lansung Membaca Artikel terbaru Antara Marhaban dan Purdah yang sudah kami siapkan dibawah ini, Untuk mengingatkan kembali bahwa ulasan pada postingan Antara Marhaban dan Purdah sangat disarannkan untuk bisa disebarluaskan ke social medi Anda, Semoga Bermanfaat, lansung lihat lebih jelas infonya dibawah ini.
Kawasan perumahan tempat saya tinggal baru saja menyelesaikan 10 malam Marhaban malam tadi. Selepas ini bemulalah sesi rumah terbuka pula.Ini adalah tahun ke empat program ini diadakan dan hampir 300 rumah mengambil bahagian. Saya sendiri hanya dapat mengikuti selama 4 malam lantaran kesibukan pada malam-malam lain. Bagi saya Program Marhaban dari rumah ke rumah hanyalah uslub(teknik) menziarahi rumah jiran-jiran disamping saling kenal mengenali. Bacaan marhaban tersebut bukanlah ibadah kecuali shalawat kepada rasul. Begitulah sikap kita tentang budaya dan adat setempat yang pastinya dipengaruhi oleh agama kita. Maka sewajarnya kita memahaminya agar dapat menjauhi bid'ah.
Begitulah juga kes larangan pemakaian purdah di Al-Azhar oleh Syeikhul Azhar, Muhammad Sayyid Thanthawi. Sebagai pentadbir, beliau mempunyai hak untuk memastikan tiada pihak mengambil kesempatan dengan memakai purdah. Pelbagai uslub boleh digunakan untuk memastikan purdah boleh dipakai dan tiada pihak yang menyalahgunakannya. Kerana purdah, ia adalah pakaian khas untuk para isteri nabi. Dan ulama' berbeza pandangan pemakaiannya terhadap muslimah. Walaupun pandangan yang rajih adalah muslimah(selain isteri nabi) tidak wajib memakai purdah, pandangan yang mewajibkan purdah masih lagi ikhtilaf yang syar'ie.

Saya tambah kecewa, apabila TG Nik Aziz pun seolah tidak memahami perkara ini adalah ikhtilaf. Tetapi perkara yang jelas dari hukum sesat lagi kufur DEMOKRASI itu pula yang beliau perjuangkan. Apakah purdah bukan ikhtilaf syar'ie tetapi demokrasi tuan guru anggap perkara yang rajih dalam hukum syara'? Sungguh mengelirukan!
Demikianlah Artikel Antara Marhaban dan Purdah, Semoga dengan adanya artikel singkat seperti Informasi postingan Antara Marhaban dan Purdah ini, Anda benar2 sudah menemukan informasi yang memang sedang dibutuhkan. Jangan lupa untuk menyebarluaskan informasi Antara Marhaban dan Purdah ini untuk orang orang terdekat anda, Bagikan infonya melalui fasilitas layanan Share Facebook maupun Twitter yang tersedia di situs ini.
